Alasan Pemerintah Bakal Hentikan Penggunaan LPG 3 Kg
Nasional Today – Pemerintah berencana mengganti penggunaan Elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon dengan jaringan gas (jargas). Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Elpiji.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan rencana tersebut akan dimulai dengan mengubah fokus bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
“Perusahaan itu akan diarahkan untuk memperkuat bisnis di sektor midstream dan downstream,” kata Dony Oskaria dilansir iNews.id, Sabtu (10/10/2026).
Dony menjelaskan, PGN akan mengembangkan jaringan pipa agar gas bisa disalurkan langsung ke rumah warga. “Sistem ini akan dibuat seperti layanan air bersih melalui perusahaan air minum (PAM),” jelasnya.
Ia menambahkan, jaringan gas tersebut nantinya akan menjadi alternatif penggunaan Elpiji 3 kg di rumah tangga. Pengembangan jaringan gas juga bertujuan menekan beban belanja negara untuk impor elpiji.
“Saat ini, sekitar 80–85 persen kebutuhan Elpiji 3 kg di Indonesia masih dipenuhi dari impor,” katanya.
Dony meminta PT Pertamina Gas (Pertagas) menyiapkan masterplan atau peta jalan pengembangan jaringan gas nasional. Peta jalan itu akan menjadi acuan pembangunan infrastruktur gas untuk kebutuhan rumah tangga.
Ia menilai pengembangan Jargas harus disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur dan potensi pasar di setiap daerah. “Jakarta dan Surabaya dinilai berpeluang menjadi lokasi awal pembangunan jaringan tersebut,” sebut Dony.
Administrator maduratoday.com



