Penyebab Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Wilayah Jatim
Jatim Today – Antrean kendaraan untuk membeli Pertalite terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dalam beberapa pekan terakhir.
Antrean biasanya memanjang pada pagi dan sore hari saat masyarakat berangkat dan pulang beraktivitas.
Pertamina Patra Niaga memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan gangguan pasokan maupun pengurangan kuota BBM.
Antrean diduga dipicu meningkatnya permintaan Pertalite akibat pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahaedi, mengatakan, pasokan BBM tetap normal.
“Pasokan normal tidak ada kendala. Pertamina tidak menambah apalagi mengurangi kuota,” ujar Ahad dikutip Kompas.com, Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, perubahan pola konsumsi masyarakat membuat permintaan Pertalite meningkat di sejumlah SPBU.
Karena itu, Pertamina menyesuaikan distribusi BBM dengan kebutuhan konsumen di lapangan.
“Penyebab antrean karena pola konsumsi di masyarakat bergeser dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi,” jelasnya.
Keluhan mengenai antrean panjang juga disampaikan warga di SPBU kawasan Pilang, Sidoarjo. Junaidi mengaku kerap menghabiskan waktu untuk mengantre saat mengisi Pertalite.
“Tiap saya beli Pertalite selalu antre dan mengekor panjang. Saya tidak tahu kenapa saat ini sering antre panjang,” katanya, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, Fairus, pekerja SPBU di kawasan Balongbendo, menyebut kepadatan kendaraan umumnya terjadi pukul 07.00–08.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB.
Ia menduga keterlambatan pengiriman BBM juga bisa memicu antrean.
“Ketika stok Pertalite habis di satu SPBU, konsumen biasanya mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan sehingga kepadatan berpindah ke lokasi tersebut,” ungkapnya.
Warga berharap distribusi Pertalite tetap lancar agar antrean tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah.
Hayat
Hayat adalah wartawan Lulusan Terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta Tahun 2026.



