Polemik Kematian Pasien RS BHC Sumenep Viral, Warganet Serukan Berobat ke RS Lain
Sumenep (Madura Today) – Polemik kematian Moh. Firman Ramadhani (22), pasien Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, Jawa Timur, terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga memicu beragam reaksi dari warganet.
Kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi tanggapan masyarakat. Sejumlah warganet bahkan menyerukan agar masyarakat mempertimbangkan berobat ke rumah sakit lain.
Seruan itu muncul sebagai bentuk kekecewaan dan respon atas polemik yang berkembang. Warganet menilai persoalan kematian pasien tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama menyangkut pelayanan dan penanganan pasien di rumah sakit.
Sebagian komentar menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi taruhan ketika muncul persoalan yang menyangkut keselamatan pasien.
“Kalau masyarakat sudah kehilangan kepercayaan, rumah sakit harus introspeksi. Keselamatan pasien seharusnya menjadi prioritas utama,” ujar warganet.
“Semoga masyarakat lebih selektif memilih tempat berobat. Banyak rumah sakit lain yang bisa menjadi alternatif, jadi jangan terpaku pada satu tempat saja,” ucap warganet lain.
“Kesehatan dan keselamatan keluarga paling utama. Jangan ragu mencari rumah sakit lain jika merasa kurang yakin dengan pelayanan di sana,” sahut warganet lainnya.
“Masyarakat harus punya pilihan. Kalau sudah tidak percaya, tidak ada salahnya mempertimbangkan rumah sakit lain,” kata warganet yang lain.
Ramainya seruan untuk berobat ke rumah sakit lain menjadi peringatan bahwa kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan perlu dijaga melalui pelayanan yang berkualitas dan komunikasi yang terbuka.
Pihak rumah sakit juga diharapkan memberikan penjelasan yang jelas agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi berkepanjangan.
Diketahui, Firman merupakan warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Kematian pemuda berusia 22 tahun itu dipersoalkan keluarganya yang menduga terdapat kelalaian dalam penanganan medis sebelum pasien meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026) pagi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RS BHC Sumenep soal perkembangan peristiwa itu.
Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, mengatakan, manajemen belum bisa menyampaikan keterangan lebih lanjut karena proses penelusuran masih berlangsung.
“Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal,” kata Sandra, pada Rabu (14/10/2026) lalu.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab bagi manajemen RS BHC Sumenep agar seluruh informasi mengenai peristiwa tersebut dapat disampaikan secara berimbang.
Hayat
Hayat adalah wartawan Lulusan Terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta Tahun 2026.



