Seafood Festival 2026 Dikritik Nelayan dan Pedagang Ikan Ambunten
Sumenep, (Madura Today) – Pelaksanaan Seafood Festival 2026 di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menuai kritik dari nelayan dan pedagang ikan setempat.
Mereka mengaku tidak dilibatkan. Bahkan, sebagian tidak mengetahui adanya kegiatan yang masuk dalam Calendar of Events Kabupaten Sumenep 2026 tersebut.
Padahal, festival ini digadang-gadang menjadi ajang promosi kekayaan laut sekaligus mendorong ekonomi masyarakat pesisir.
Ambunten memiliki beragam hasil laut yang berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, tujuan itu dipertanyakan ketika nelayan dan pedagang ikan yang sehari-hari bergantung pada hasil laut justru tidak dilibatkan.
Seorang nelayan Ambunten berinisial A, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku tidak mengetahui tujuan maupun manfaat festival tersebut bagi masyarakat pesisir.
“Kalau memang tujuannya mempromosikan kekayaan laut Ambunten, kenapa nelayan justru tidak dilibatkan? Kami yang setiap hari melaut dan mencari ikan di sini malah tidak tahu ada acara itu,” katanya kepada Madura Today, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya menjadikan kekayaan laut sebagai bahan promosi. Festival semestinya juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Lalu apa manfaatnya bagi kami? Jangan sampai hasil laut dan nama Ambunten hanya dijadikan bahan promosi, sementara nelayan yang menjadi bagian dari potensi itu tidak merasakan apa-apa,” ujarnya.
Kritik serupa disampaikan pedagang ikan di pesisir Ambunten berinisial UF. Ia menilai festival tersebut belum menyentuh kepentingan masyarakat yang setiap hari bergantung pada perdagangan hasil laut.
Menurutnya, anggaran untuk kegiatan seremonial semestinya juga diarahkan pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan dan pedagang ikan.
“Pemerintah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk acara seperti itu. Tetapi, apa manfaatnya bagi kami? Nelayan dan pedagang ikan tidak dilibatkan,” tegasnya.
Ia menegaskan, promosi potensi laut tidak cukup hanya melalui festival. Pemerintah juga perlu memberi ruang dan dukungan ekonomi kepada masyarakat pesisir agar hasil laut memiliki nilai tambah.
“Jangan hanya menghabiskan anggaran untuk kegiatan seremonial. Kalau memang ingin mengangkat potensi laut Ambunten, perhatikan juga nasib nelayan dan pedagang ikan,” tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, Madura Today belum mendapatkan penjelasan dari panitia maupun pihak terkait mengenai pelaksanaan Seafood Festival 2026 di Ambunten.
Madura Today membuka ruang hak jawab bagi panitia penyelenggara untuk memberikan penjelasan atau tanggapan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan.
Hayat
Hayat adalah wartawan Lulusan Terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta Tahun 2026.



