Temu Pengusaha hingga Talkshow Pentahelix Warnai HPN 2026 PWI Pamekasan
Pamekasan, (Madura Today) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di gedung Bakorwil, Jalan Slamet Riyadi Pamekasan, Senin (16/2026).
HPN 2026 sekaligus hari ulang tahun PWI ke 80 itu dikemas dengan berbagai rentetan acara, pada pagi hingga siang hari adalah pameran lukisan sekaligus temu wartawan dan pengusaha, sementara malam harinya talkshow pantahelix empat pilar demokrasi.
Satu hari sebelumnya, PWI Pamekasan juga menggelar cek kesehatan jantung gratis kerjasama dengan RS Kusuma Hospital, Jalan Bonorogo Pamekasan.
“Karena profesi ini terbuka, tantangannya adalah bagaimana masyarakat dapat membedakan wartawan yang profesional dan yang tidak,” ujar Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam.
Dikatakan, wartawan dinyatakan profesional apabila telah mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) atau lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sementara bagi yang belum mengikuti UKW, profesionalisme dapat dilihat dari karya dan perilakunya.
“Jika karyanya proporsional, mematuhi kode etik jurnalistik dan pedoman media siber, maka dapat dikategorikan profesional. Hanya saja secara de jure belum mengikuti UKW,” jelasnya.
Anam menambahkan, fungsi utama wartawan meliputi empat hal, di antaranya fungsi informatif dan edukatif. Wartawan, menurutnya, bertugas menyampaikan informasi secara tertulis maupun audiovisual serta memberikan edukasi kepada publik.
“Tidak ada ceritanya wartawan profesional bertanya secara provokatif. Disebut provokatif, jika pemberitaan tidak berimbang dan tidak melakukan cover both sides,” tandasnya.
Alumnis PP. Annuqayah Guluk Guluk, Sumenep itu menambahkan, talkshow yang dikemas dengan konsep pentahelix sebagai upaya memperkuat empat pilar yang ada di Pamekasan.
Menurutnya, penguatan empat pilar itu selaras dengan tema HPN tahun ini yang memuat tiga variabel, yakni pers sehat, ekonomi berdaulat, dan bangsa kuat.
Variabel pers sehat, lanjut Anam, tidak hanya menyangkut ekosistem media, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan insan jurnalis. Sebagai bentuk implementasi, sebelumnya PWI Pamekasan telah menggelar pemeriksaan jantung gratis bekerja sama dengan Kusuma Hospital.
“Kedua, ekonomi berdaulat. Ini erat kaitannya dengan pengusaha. Sehingga, tadi pagi kami melakukan kegiatan temu wartawan dan pengusaha sebagai salah satu rangkaian perayaan HPN dan Ultah PWI ke-80,” ungkapnya.
Adapun variabel bangsa kuat, kata Anam, akan terwujud apabila empat pilar demokrasi berdiri kokoh dan saling bersinergi. Sebab itu, forum sarasehan dalam kegiatan itu diharapkan menjadi ruang dialog untuk memperkuat komitmen bersama.
“Empat pilar ini meliputi yudikatif, legislatif, dan eksekutif. Alhamdulillah, semuanya hadir di talkshow malam ini,” tegasnya.
Tidak hanya talkshow, dalam rangkaian peringatan HPN dan HUT PWI ke-80 tahun ini, panitia juga menggelar lomba esai kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah kabupaten setempat.
Anam menegaskan, sebagai organisasi wartawan tertua, PWI memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong profesionalisme pers sekaligus memperkuat peran media dalam pembangunan daerah.
“Di forum ini, kami juga menghadirkan keynote speaker dari perempuan tangguh aset Pamekasan, yang saat ini mengemban amanah sebagai legislator di senayan, yakni Hj. Ansari,” katanya.
Pada kegiatan talkshow pentahelix itu dihadiri langsung Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Ketua DPRD Pamekasan H. Ali Masykur, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah rektor perguruan tinggi di Pamekasan. Hadir pula sebagai keynote speaker Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari.



