DPRD Usulkan Sumenep Bentuk Satgas Pengawas SPPG
Sumenep, (Madura Today) – Penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh sejumlah Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih kerap mendapat sorotan publik.
Pasalnya, masih ditemukan di beberapa tempat masalah mutu menu MBG, mulai tata kelola yang buruk, pengawasan lemah, dan potensi maladministrasi, yang mengakibatkan kualitas makanan tidak standar.
Selain itu, isu kebersihan, ketidakjelasan prosedur, hingga dugaan nepotisme dan korupsi, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dan dampak kesehatan bagi siswa.
Merespon situasi itu, Komisi IV DPRD Sumenep menilai pemerintah daerah harus mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawas SPPG.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi mengatakan, bahwa program MBG menyangkut langsung kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga pengawasan tidak boleh longgar.
“Program MBG ini menyangkut kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Kalau tidak ada pengawasan ketat, potensi penyimpangan sangat besar. Karena itu, Satgas Pengawas SPPG harus dibentuk agar kualitas menu benar-benar terkontrol,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan tidak cukup berhenti pada aspek administratif semata, juga harus menjangkau proses secara menyeluruh, mulai dari pengolahan makanan, kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.
Politisi Partai Hanura itu juga berharap pemerintah daerah bersikap terbuka terhadap kritik publik dan segera mengambil langkah nyata.
Pembentukan Satgas Pengawas SPPG dipandang penting, bukan hanya sebagai respons terhadap polemik yang berkembang, tetapi juga sebagai langkah preventif agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Ia menyebut sejumlah kabupaten/kota telah lebih dahulu memiliki Satgas khusus untuk mengawasi pelaksanaan program MBG secara rutin dan menyeluruh.
“Di daerah lain sudah ada Satgas khusus yang mengawasi SPPG, mulai dari menu sampai proses penyajiannya. Di Sumenep, sistem itu belum ada, sehingga pengawasan masih terbatas,” tukasnya.
Administrator maduratoday.com



