Jatim TodaySumenep

Pimpin Safari Ramadan PKB Jatim di Sumenep, Nur Faizin: Ayo Lipatgandakan Kemenangan!

Sumenep, (Madura Today) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menggelar kegiatan Safari Ramadan bersama jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Sumenep dan pengurus DPAC PKB se-Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Safari Ramadan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Nur Faizin.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Safari Ramadan merupakan agenda rutin DPW PKB Jawa Timur yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menjaga kedekatan dengan para ulama dan masyarakat.

“Safari Ramadan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara struktur partai di berbagai tingkatan sekaligus mempererat hubungan PKB dengan para kiai dan masyarakat,” ujar Nur Faizin.

Dalam kegiatan tersebut, Nur Faizin juga menyampaikan amanat Ketua DPW PKB Jawa Timur kepada seluruh kader dan pengurus yang hadir. Amanat itu menegaskan bahwa saat ini PKB berada dalam momentum penting seiring perjalanan Nahdlatul Ulama yang telah memasuki abad kedua.

“Memasuki abad kedua NU bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan momentum ideologis bagi PKB untuk semakin meneguhkan arah pengabdian kepada umat dan bangsa,” ujar Jen, sapaan akrabnya.

Selain ajang silaturrahmi, kegiatan ini juga dimaksudkan dalam rangka sosialisasi persiapan Musyawarah Cabang (MUSCAB) DPC PKB Kabupaten Sumenep.

“Dalam waktu dekat, kita akan menyelenggarakan Muscab dan Penyegaran pengurus di tingkat Cabang hingga Anak Cabang, hal ini dilakukan selain regenerasi juga untuk bersiap menghadapi tantangan politik kedepan,” ujar Nur Faizin.

Lebih lanjut dia menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang mengingatkan seluruh kader PKB agar tidak lagi sibuk berdebat mengenai siapa yang paling berhak mengaku sebagai anak ideologis NU.

“Yang paling penting bagi PKB adalah menjalankan mandat kelahirannya, yaitu melayani dan mengabdi untuk kemajuan serta kesejahteraan warga NU dan sebanyak mungkin warga negara Indonesia,” jelasnya.

Di tengah dinamika demokrasi saat ini, PKB juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari fenomena overdosis demokrasi, politik pasca-kebenaran (post-truth), hingga normalisasi politik uang. Karena itu, PKB dituntut untuk bertransformasi dari sekadar mesin pemenangan pemilu menjadi institusi layanan politik yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Perubahan demografi ini juga menjadi perhatian serius. Saat ini lebih dari 60 persen pemilih berasal dari generasi muda, generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alpha, Kondisi ini tentunya menuntut kita harus lebih adaptif dalam merespons aspirasi generasi muda sekaligus membangun relasi politik yang lebih inklusif,” ujarnya.

Di tingkat regional, Jawa Timur juga menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi dan pemerataannya, persoalan kemiskinan, isu lingkungan, tata kelola pemerintahan, pembangunan manusia, hingga transformasi pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Meski demikian, PKB Jawa Timur optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut. Hal ini didukung oleh besarnya kepercayaan masyarakat Jawa Timur kepada PKB, sebagaimana terlihat pada hasil Pemilu 2024 yang menempatkan PKB sebagai pemenang di Jawa Timur dengan perolehan lebih dari 4,5 juta suara serta mengantarkan 27 kader PKB duduk di kursi DPRD Provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Ketua DPW PKB Jawa Timur mengamanatkan tiga arah utama perjuangan PKB di tengah perjalanan abad kedua NU.

Pertama, meningkatkan khidmat PKB kepada warga NU, dari sekadar “dekat” menjadi benar-benar “di tengah” warga NU. Artinya, PKB tidak hanya memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga terlibat aktif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan tersebut.

Kedua, melanjutkan dan memperluas perjuangan PKB agar tidak hanya berfokus pada kesejahteraan warga NU, tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ketiga, PKB tidak boleh hanya berkutat pada persoalan jangka pendek. PKB harus menjadi partai yang bekerja untuk masa depan bangsa dengan perhatian pada berbagai isu sosial, politik, ekonomi, ideologi, dan kemanusiaan dalam jangka menengah dan panjang.

Sebagai langkah strategis ke depan, DPW PKB Jawa Timur menetapkan visi masa bakti 2026–2031 yaitu Melipatgandakan Kemenangan Berkelanjutan yang Berkemanfaatan.

“Visi ini ditopang oleh tiga misi utama, yakni meraih kemenangan politik secara berkelanjutan, memastikan kekuasaan yang diperoleh memberi manfaat nyata bagi masyarakat, serta membangun tata kelola organisasi yang efektif, modern, dan adaptif hingga tingkat akar rumput” ujar sekretaris Fraksi PKB DPRD Jatim tersebut menutup sambutannya.

Abdus Salam
+ posts

Abdus Salam adalah salah satu wartawan senior di Sumenep, lulus UKW dan kini menjabat Bendahara PWI Sumenep

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button