Event TodayPamekasan

Sarasehan AJP Dihadiri Para Tokoh: Cari Identitas Pamekasan

Pamekasan, (Madura Today) – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) menggelar Sarasehan dan Bedah Buku di rektorat lantai 4 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Senin (27/7/2026).

Sarasehan itu dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, keynote speaker Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, dan Rektor UNIBA Madura Prof. Dr. H. Rachmad Hidayat.

Hadir pula Ketua LPPM UTM Dr. Iskandar Dzulkarnaen, Sekjen DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq, serta penulis buku KH Ghozi Mujtaba. Akademisi, insan pers, mahasiswa, dan tamu undangan lainnya juga memadati lokasi kegiatan.

Ketua AJP M. Khairul Umam mengatakan, buku tersebut lahir dari kegelisahan para jurnalis. Sebab, hingga kini Pamekasan dinilai belum memiliki identitas yang benar-benar tegas.

“Selama ini muncul banyak sebutan. Ada kota batik, kota pendidikan, Gerbang Salam, kota tembakau, hingga kota garam. Lalu, identitas Pamekasan yang paling tepat apa,” katanya.

Irul panggilan akrabnya menambahkan, pertanyaan itu kerap muncul saat jurnalis bertugas di lapangan. Karena itu, AJP menyusun buku tersebut sebagai referensi untuk mempertegas jati diri Pamekasan.

Dia berharap buku itu menjadi pijakan lahirnya gagasan baru. Sekaligus menjadi rujukan dalam menyusun arah pembangunan daerah.

“Kami ingin mempertemukan kepala daerah, legislator, dan pengusaha asal Madura. Tujuannya mempertegas identitas Madura secara bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Madura Saiful Hadi menyambut baik inisiatif AJP. Menurut dia, menerbitkan sebuah buku merupakan kerja akademik yang tidak ringan.

Dia menilai isi buku tersebut layak dikembangkan menjadi bahan diskusi. Bahkan, dapat menjadi pijakan menyusun peta jalan pembangunan Pamekasan bersama seluruh perguruan tinggi di Madura.

Saiful menilai Pamekasan memiliki modal kuat sebagai kota pendidikan. Sebab, daerah itu memiliki banyak lembaga pendidikan umum maupun pesantren.

“Saya berharap AJP bersama berbagai komunitas dapat mewujudkan Pamekasan sebagai kabupaten pendidikan. Identitas itu harus dibangun bersama,” tutup Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button