14 Putra Terbaik Madura Diwisuda di Universitas Al-Ahgaff Yaman
Madura Today – Sedikitnya 14 putra terbaik asal Madura, Jawa Timur diwisuda bersama sekitar 211 orang dari berbagai negara di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadramaut, Yaman, Kamis (16/4/2026).
Mereka adalah Ahmad Ar-Rifa’i (Galis, Bangkalan), Ahmad Kaffaby (Kwanyar, Bangkalan), Ainur Rofik (Pejagan, Bangkalan), Dhiya’ul Haq (Kwanyar, Bangkalan), Muayyad (Geger, Bangkalan), Muhammad Junaidi (Kramat, Bangkalan) dan Muhammad Naufal (Klampis, Bangkalan).
Kemudian Asyroful Waro (Tambangan, Sampang), Muadzin (Banyuates, Sampang), Muhammad Ridho (Ketapang, Sampang), Sultan Ahmad Faisol (Tambelangan, Sampang), Abdul Haq (Proppo, Pamekasan), Ahmad Saifi Ar-Rozi (Bugih, Pamekasan) serta Mizan Maulana Ahmad (Prenduan, Sumenep).
Dari 14 wisudawan tersebut, 11 diantaranya lulus program sarjana di Jurusan Syariat dan 3 lainnya dari Jurusan Sunah.
Yang membanggakan, 4 orang menorehkan prestasi di momen wisuda tahun ini, yaitu Ahmad Kaffaby asal Kwanyar Bangkalan dan Mizan Maulana Ahmad asal Prenduan Sumenep yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Lalu Muadzin asal Banyuates Sampang sukses meraih predikat cum laude, dan Ainur Rofik asal Pejagan Bangkalan meraih prestasi keduanya, yaitu menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an sekaligus lulus dengan predikat cum laude.
Usai diwisuda, Ainur Rofik mencurahkan rasa syukurnya atas pencapaian yang telah diraih dirinya bersama rekan-rekannya. Menurutnya, itu semua buah dari kerja keras dan perjuangan panjang selama kurang lebih 5 tahun.
“Sebelumnya, al-faqir sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Semua ini tidak lepas dari kehendak dan pertolongan Allah SWT, dan juga berkat doa-doa yang terpanjatkan terutama kedua orang tua, para masyayikh, kiai, asatidz, keluarga, serta sahabat-sahabat al-faqir,” ungkapnya.
Ia menuturkan, ada dua prinsip yang menjadi pegangan sekaligus pendorong semangat bagi dirinya selama menempuh studi di negeri orang, yaitu Nasihat Habib Abdul Qodir Ba’abud.
“Mon ta’ kellar, keng ta’ terro (Jika tidak mampu, berarti memang tidak ada kemauan),” tutur pemuda asal Pejagan, Bangkalan ini.
Ainur Rofik menceritakan, di awal kedatangan ke Yaman, sempat beredar desas-desus di kalangan mahasiswa baru Universitas Al-Ahgaff mengenai betapa beratnya menuntut ilmu disana, baik dari segi mata kuliah maupun ujiannya.
“Namun, setelah mendengar nasihat beliau yang sangat mendalam, kekhawatiran itu sirna. Al-faqir tidak lagi merasa goyah, apalagi berniat untuk mundur,” katanya.
Menurutnya, pesan lain dari salah satu gurunya itu ialah agar senantiasa berdoa setiap selesai salat lima waktu agar dijadikan orang yang beruntung.
“Dua hal itulah yang mengantarkan al-faqir hingga sampai di titik ini,” kata dia agar memotivasi para penuntut ilmu terutama rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Universitas al-Ahgaff merupakan salah satu universitas terbaik di Republik Yaman dan termasuk dalam jajaran universitas liga Arab.
Universitas yang sangat diminati pelajar Indonesia ini memiliki beberapa fakultas. Diantaranya, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknologi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Perkantoran dan beberapa fakultas lainnya.
Fakultas Syariah dan Hukum merupakan salah satu destinasi utama pelajar ilmu agama, termasuk Madura, Indonesia. Selain 14 nama yang telah disebutkan, ada beberapa mahasiswa asal Madura lainnya yang sedang menempuh pendidikan di universitas favorit tersebut. [Muhammad Iqbal Abrori/Yaman]
Administrator maduratoday.com



