Bupati Mas Tamam Siap Sumbang Uang Pribadi Fasilitasi Suporter Taretan Dhibi’

0
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam

Pamekasan, (Madura Today) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam merespon positif sejumlah permintaan komunitas suporter Madura United FC, Taretan Dhibi’.

Diantara permintaan komunitas suporter kepada orang nomor satu di Pamekasan tersebut berupa bascamp untuk komunitas Taretan Dhibi’, pembangunan musala dan tempat wudu’ di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

“Untuk basecamp, kira-kira memungkinkan nggak kalau kita hibah langsung, saya tanya ke mas Tris (Ketua Suporter Taretan Dhibi’) ada notarisnya nggak, ternyata ada, oke, clear, selesai. Kita nanti akan hibah,” kata Bupati Baddrut Tamam disambut tepuk tangan sumringah dari para suporter.

Dirinya akan memenuhi semua permintaan para suporter tersebut, pihaknya saat ini menunggu proposal atas beberapa permohonan yang disampaikan, tentu komunikasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan dimatangkan kembali.

“Saya oke semua atas permintaan para suporter ini, saya dukung penuh suporter Taretan Dhibi’. hanya dua permintaan saya, pertama bagaimana suporter ini ada semangat dorong ekonomi di dalamnya, dan kedua jangan tengkaran,” pinta bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut saat acara silaturrahim dengan Suporter Madura United di Taman Belakang Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Sabtu (24/9/2022) malam.

Pihaknya meminta kepada para suporter Taretan Dhibi’ untuk mengelola Wamira (warung milik rakyat)  Mart milik Pemkab Pamekasan sebagai sumber perekonomian suporter. Misalnya menjual jersey, atau atribut atribut Madura United lainnya.

“Kedekatan emosinya selesai, kolaborasinya selesai, semangat untuk ataretan lahir batin selesai, dari itu bagaimana didorong ada kegiatan ekonomi. Wamira Mart itu bagaimana bisa menjadi kegiatan teman-teman sekaligus menjadi basecamp. Saya berpikir barusan, bisalah Rp 100 juta ya untuk tahun 2023,” tandasnya.

Uang tersebut sebagai dana awal pengadaan basecamp, baik sewa atau model lainnya sekaligus sebagai modal usaha. Asalkan realisasi dari hibah tersebut tidak melanggar regulasi.

“Petakan, rancang, kalau memang nanti sewa basecamp tidak ada, saya nyumbang pribadi. Langsung buat grup (WA,red) saya masukkan, nanti diskusinya disitu,” pungkasnya.

Penulis : Marzukiy | Editor : Dewi Kayisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here