Cerita Sukses Peserta WUB, Kini Songkok Batik Hasil Produksinya Tembus Pasar Bandung dan Kalimantan

0

Pamekasan, (Madura Today) – Cita-cita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui program wirausaha baru (WUB) rupanya sudah dirasakan manfaatnya.

Pasalnya, sebagian peserta yang pernah mengikuti pelatihan WUB saat ini mampu menjalankan usahanya dengan baik hingga mampu memperbaiki ekonomi keluarganya. Bahkan harus merekrut pekerja untuk memenuhi pesanan pasar.

Seperti yang dialami Imam Syafi’e (30) warga Desa Rek Kerek Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Pemuda yang kini beristrikan orang Palengaan Laok tersebut mampu membangun usahanya berupa songkok batik yang memikat hati pasar, tentu tidak lepas dari kualitas produksinya yang bagus.

Imam Syafi’e bercerita, sebelum mengikuti pelatihan WUB dirinya memang mempunya basic kemampuan menjahit. Tetapi kemudian mendapat kesempatan ikut pelatihan usaha gagasan Bupati Baddrut Tamam selama 15 hari utusan Pemerintah Desa (Pemdes) Rek Kerek.

“Saya sebenarnya lambat ikut pelatihan WUB, awalnya teman saya yang ikut pelatihan, tetapi berhenti dan digantikan saya. Selama pelatihan itu diajari menjahit membuat songkok dan lain-lain,” tutur dia, selasa (19/7/2022).

Dia bersyukur, usahanya yang dijalani berkat pelatihan WUB tersebut terus berkembang, pesanan tidak hanya dari wilayah Pamekasan dan Madura. Melainkan telah berhasil menjamah pasar Kalimantan, Jember dan Bandung. Penjualan yang menyasar pasar luar Madura itu tidak lepas dari strategi marketing yang juga dibantu oleh badan usaha milik desa (BUMDes).

Usahanya saat ini telah mampu merekrut lima tenaga kerja dari Desa Rek Kerek sendiri, meliputi satu pekerja dari Dusun Salatreh, dua orang dari Dusun Masaran, satu orang dari Dusun Rek Kerek Laok, serta satu pekerja dari Dusun Nong Tangis.

“Setiap hari kami maksimal mampu memproduksi 20 songkok, karena keterbatasan alat. Saya bersyukur sekali dengan adanya pelatihan ini. Sehingga kami bisa membuat songkok batik,” ungkapnya.

Songkok batik yang diberi nama ‘sejahtera’ tersebut memanfaatkan batik dari Desa Rek Kerek, yaitu batik Nong Tangis. Karena batik jenis ini mulai punah dan tidak banyak orang tahu.

Dia berharap, adanya usaha songkok batik memiliki dampak ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Desa Rek Kerek sesuai dengan tujuan Bupati Baddrut Tamam merancang program WUB.

“Saya mengajak kepada anak-anak muda agar mencintai produk sendiri, utamanya batik yang telah banyak ditinggalkan oleh kalangan anak muda,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Pamekasan merancang program WUB dengan target 10 ribu pengusaha selama lima tahun dengan skema pelatihan usaha gratis, bantuan modal dengan bunga nol persen, bantuan alat produksi, hingga fasilitasi pemasaran dengan harapan ekonomi masyarakat merata dari bawah berkeadilan.

Penulis: Marzukiy | Editor: Dewi Kayisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here